Perlu anda ketahui – cara membaca kode pada ban mobil.

” bang, tolong ditukar bannya dimensi 95″?

95 angka apa itu? yaa angka tersebut sebenarnya mengacu kepada lebar telapak ban, namun masih ada kode lain maka tidak sesimpel itu bila kita mau mengamati kode yang tertera pada ban.

Ada 6 kode yang menampilkan spesifikasi dari ban termasuk kode kapan ban itu dibuat. Contoh kasus pada ban dengan kode 205/ 55R16- 90R.

Pertama pada angka urutan awal tertera angka 205, angka ini berarti lebar telapak ban dalam satuan mm jika terus menjadi besar angkanya hingga terus menjadi lebar pula telapak yang dipunyai sang ban.

Kedua, angka 55 yang menampilkan besar ban mulai dari bibir pelek hingga telapak ban.

Ketiga, tertera huruf R yang berarti kode konstruksi ban ialah dengan susunan radial.

Keempat, ialah tertera angka 16, angka ini menarangkan seberapa lebar diameter pelek yang sesuai dengan sang ban, semakin besar angkanya terus menjadi besar pula tipe pelek yang bisa dipasang.

Kelima, ada angka 90 yang berarti kode seberapa banyak beban maksimum yang bisa ditopang di tiap- tiap ban. Buat 90 sendiri berarti ban bisa menopang seberat 600 kilogram.

Terakhir, urutan keenam tertera huruf R yang menampilkan kode ban. Banyak sekali kode ban yang berbeda- beda saperti berkode S ataupun T serta sebagainya. Nah, huruf R tersebut berarti Radial yang maksudnya ban sanggup melaju sampai kecepatan 170km/ jam.

Pabrikan ban sudah membagikan kode dekat dengan bibir ban dengan 4 digit angka. Misalnya angka tersebut berisi 1012, angka 10 menunjukkan bulan ke 10 ialah Oktober, sebaliknya 12 berarti tahun 2012, sehingga ban tersebut dibuat pada bulan Oktober 2012.

Selain itu adapula sebutan Tread Wear pada ban, apa itu?

Tread Wear ialah batasan ketebalan yang berperan menampilkan kita kapan saatnya buat mengubah ban, pada biasanya ada garis di antara kembangan ban, apabila ketebalan ban telah memegang garis tersebut maka ban kudu diganti.

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • Add a comment