Sudah saatnya mulai investasi (bagian 1)

 228 kali total dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Mendengar kata investasi mungkin yang anda pikirkan adalah, apakah itu investasi bodong? butuh modal yang besar? atau kita bisa mendapatkan keuntungan cepat?.

Sebenarnya semua masyarakat Indonesia pada umumnya sudah terbiasa mendengar kata investasi tapi dikarenakan pemberitaan mengenai investasi bodong yang telah banyak merugikan dan masuk kategori penipuan maka dari kebanyakan kita enggan untuk mengenal makna sebenarnya dari investasi.

Secara harfiah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Contoh paling mudah dipahami dari investasi: Pak Agus memiliki tanah yang akan ditanami buah mangga, Pak Agus membutuhkan dana 10 juta untuk memulai atau mengembangkan usahanya tersebut, sedangkan dia hanya mempunyai modal sebesar 2 juta saja. Datanglah Pak Riko, yang bermaksud untuk bergabung dengan menanamkan modal sebesar Rp3.000.000 lalu Pak Pri ikut gabung juga sebesar 4 juta dan satu lagi Ibu Ratna ikut menanamkan modal sebesar 1 juta. Seluruh modal tersebut digunakan Pak Agus untuk membeli bibit unggul dan pupuk super kemudian orang-orang yang ikut menanamkan modal di Pak Agus itu disebut sebagai investor. Para investor berani menanamkan modalnya kepada Pak Agus karena beliau dikenal sebagai petani buah mangga yang menjaga kualitas dan memberikan bagi hasil yang sesuai. Setelah panen, Para investor tersebut tentu mendapatkan bagi hasil sesuai dengan proporsi modal yang mereka tanamkan. Nah itulah contoh konkrit dari investasi.

Baca juga:  Memulai Investasi Properti

Dalam investasi, ada roda perputaran investasi yang merupakan proses dimana sebuah investasi tidak akan membuat Anda Kaya Mendadak namun investasi lebih bermain di waktu sebagai proses.

Sekarang Jika anda memiliki pendapatan lebih, apakah yang akan Anda lakukan? Apakah anda ingin memulai investasi atau memandang investasi sebagai kebutuhan?.

Jika anda memandangnya sebagai keinginan mungkin anda bergerak karena memiliki modal lebih saja, tapi jika memahami investasi sebagai kebutuhan anda sadar betul bahwa nilai uang yang yang berada di dalam tabungan baik bank ataupun di celengan itu nilainya akan berkurang tergerus inflasi

Coba kita buat rumus pendapatan agar sedikit lebih jelas.

1. pendapatan = konsumsi + tabungan

2. pendapatan = konsumsi + tabungan + investasi

3. pendapatan = konsumsi + investasi.

Tipe yang pertama orang yang memiliki pendapatan hanya untuk dikonsumsi kebutuhan sehari-hari dan selebihnya dia akan menabung.

Tipe yang kedua dia memiliki pendapatan selain untuk dikonsumsi dia memiliki tabungan untuk jaga-jaga jika ada ada keperluan mendadak yang membutuhkan dana, namun dia sisihkan sebagian uangnya untuk investasi.

Yang ketiga orang yang memiliki pendapatan selain dikonsumsi dia rajin berinvestasi namun dia tidak memiliki tabungan.

Baca juga:  Memulai Investasi Properti

Dari ketiga tipikal orang yang mendapatkan pendapatan dapat terlihat tipikal nomor 2 lah orang yang memiliki prospek hari kedepan lebih baik, hal ini dikarenakan sebuah tabungan saja tidak akan cukup memberikan keuntungan signifikan dia hanya mendapatkan bunga yang sangat sangat kecil sekali dari bank.

Dan menjadi terlalu over convident tidaklah bagus atau tidak bijaksana seperti tipikal orang nomor 3 yang memiliki pendapatan untuk di investasi namun tidak memiliki tabungan, ini sangat beresiko karena investasi adalah proses mengikuti waktu, sehingga jika orang tersebut membutuhkan dana darurat uang yang diinvestasikan nya belum tentu didapatkan saat itu.

Jadi Apakah anda sudah memiliki keinginan untuk berinvestasi? atau sadar bahwa Investasi adalah sebuah kebutuhan. (Sofyan Ali)

Admin
Author: Admin

Senior Content Writer

Bagaimana menurutmu?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Berbagi tulisan ini

Komentar

  • Belum ada - Jadilah yang pertama
  • Bagaimana Menurut Anda?